Rabu, 05 Februari 2014

Soal Membaca, Orang Jepang Juaranya



Ini oleh-oleh yang tersisa waktu ke Jepang bulan lalu. Kalau urusan membaca yang tidak kenal tempat dan tidak kenal waktu, orang Jepang deh juaranya. Sambil menunggu kereta atau bis, atau bahkan berdiri di dalam kereta api mereka masih tetap meluangkan waktu untuk membaca, seperti foto yang saya jepret di bawah ini.
Sambil berdiri di atas kereta pun tetap membaca.
Di dalam kereta api cepat Shinkansen pun orang Jepang tetap membaca.
Di era digital seperti sekarang, kegiatan membaca beralih melalui gadget. Di Jepang, Internet ada di mana-mana di tempat-tempat publik, bahkan di atas kereta pun ada, maka membaca tulisan daring pun tetap dilakukan. Luar biasa orang Jepang dalam budaya membacanya.
Di negera kita, membaca belum menjadi budaya masif. Budaya bertutur lisan masih lebih umum dibandingkan membaca. Memang era ponsel dan gadget membuat perilaku orang Indonesia berubah, mereka memang lebih suka mengotak-atik ponsel atau gadget lainnya, tetapi kebanyakan digunakan untuk main game atau untuk social networking. Maka tidak heran aplikasi social networking seperti Facebook, Twitter, BBM, WhatsApp, dan lain-lain sangat populer dan laris di negara kita. Soal hubungan sosial orang kita memang juaranya, beda dengan orang Jepang yang kaku dalam berelasi sosial.
Orang kita memang patut mencontoh orang Jepang dalam budaya membaca. Budaya membaca adalah indikator kemajuan sebuah bangsa.

Kesempurnaan Hanya Milik Allah SWT



Manusia –Tak ada Yang Sempurna

Manusia itu terdiri dari Jiwa dan raga .
Manusia itu terdiri dari Akal dan perasaan .
Manusia itu Mempunyai Kehendak Bebas Ataukah Freewill
Manusia Punya Nilai Yang Harus diperjuangkan .
Manusia Pertama adalah Adam Dan Hawa
Walaupun Manusia Di ciptakan Lebih Sempurna Dari Makhluk Selainnya.
Yang Namanya Manusia itu Tidak ada Yang Sempurna.
Baik Saya ataupun Kamu , atau Kalian disana .
Setiap Manusia dan Semua Manusia Pernah Melakukan Kesalahan.
Hampir Umat Manusia juga pernah Melakukan Kekhilafan
Kita Tahu , Manusia itu dekat dengan Kesalahan dan Kemudhorotan .
Manusia itu dekat dengan Kerugian dan Kemurkaan.
Manusia itu selalu Berusaha Mencapai Sebuah Kebahagiaan.
Namun , , ,
Ingatlah Wahai Saudara .
Semua itu merupakan Suatu Pembelajaran Dan Bisa diperbaiki Di Masa Yang akan datang.
Semua itu bisa kita cegah dan Kita rubah semuanya .
Manusia Bisa Mengerti Akan Pentingnya Menjaga Alam
Manusia Mengerti Akan Kebermaknaan Tuhan
Manusia Mengerti Akan Kenikmatan Dunia dan Kenikmatan Akherat
Semua Itu Bisa diperbaiki . Dan Semua itu Bisa di wujudkan.
Dalam Memperbaiki Masa yang akan Datang ,Kita Harus Bersama-sama .
Bersama-sama dalam hal Saling Mengingatkan .
Mengingatkan Antar Saudara. Dan  Keluarga.
Mengingatkan Teman dan Sahabat
Mengingatkan Guru dan Pejabat
Hingga , Pada Akhirnya …
Semua Masyarakat bisa Saling Mengingatkan .
Saya tidak mempermasalahkan Masa Lalu Kalian .
Yang Penting ….
Bagaimana Menjalin dan Menjaga Komunikasi itu Secara Baik-baik
Semangat Perubahan